Potongan gamis yang melambai hingga ke lantai memang bisa mengubah penampilan jadi lebih anggun nan semampai. Namun, dari kasus yang belakangan terjadi, rupanya kesalahan dalam mengenakan kemeja Arab ini juga bisa melahirkan bencana. Mulai dari kesrimpet saat naik motor hingga terselip eskalator. Berikut tips aman yang bisa Anda terapkan.

6 Tips Mengenakan Gamis

  1. Minta Penjahit Andal untuk Mengubah Bentuknya

“Sudah beli mahal-mahal dan lama memilih, eh, harus dimodifikasi pula. Kan keluar biaya lagi. Sayang, kan?” Pernah berpendapat seperti itu? Selintas ada benarnya. Tapi pendapat seperti itu kurang atau bahkan tidak lagi bermanfaat jika tragedi terselip di eskalator terjadi pada Anda. Jadi, prioritaskan keamanan dulu, baru soal estetika.

Untuk menemukan penjahit andal cukup mudah. Hampir di setiap titik kota memiliki penjahit yang berkualitas. Sebelum menggunakannya, telisik lagi “jam terbang” dari penjahit. Mahal sedikit tak masalah, asalkan servisnya sesuai harapan Anda. Memangnya, apa yang perlu dimodifikasi?

Tentu bagian yang bisa mengurangi potensi kecelakaan terjadi. Salah satunya di bagian ujung gamis. Naikkan sedikit, tak apa kan? Daripada kalau terlalu panjang, nanti mudah kotor saat menelusuri jalan bertanah atau trotoar. Sedikit saja. Jangan lupa kasih pengikat di bagian perut agar Anda tetap terlihat muda seperti remaja pada umumnya.

  1. Pakai Celana Panjang untuk Mengkover Bagian Bawah

Busana muslimah ini biasanya berbentuk long dress. Anggun memang. Selain itu juga bisa memanipulasi postur tubuh yang semula agak pendek jadi semampai. Celana panjang di sini berfungsi untuk menjaga diri Anda agar selalu aman. Baik saat naik motor (dibonceng) atau naik eskalator. Tapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih celana panjang.

Apabila Anda menggunakan celana panjang berbahan denim, pasti tidak nyaman. Rasanya ketat dan seakan terkekang saat melangkahkan kaki. Maka dari itu, pilih celana panjang dengan model lurus. Jadi, saat berjalan, Anda tetap merasa nyaman. Lalu pilih warna yang bisa mendukung corak busana muslimah Anda. Paling bagus warna putih.

  1. Saat Pergi atau Jalan-Jalan, Usahakan Ada Pendamping

Pendamping di sini bukan hanya pasangan halal. Boleh teman sesama muhrim, kerabat, atau saudara. Jadi, saat terjadi sesuatu pada Anda, proses penanganan bisa berjalan lebih singkat. Apa jadinya jika Anda pergi naik ojek dan kebetulan kesrimpet? Sementara di sekeliling Anda hanya orang asing. Padahal Anda perlu bantuan secepat mungkin.

  1. Kenakan Hijab secara Sederhana

Kadang, tragedi seperti kecelakaan tidak hanya karena rok kepanjangan. Bisa jadi karena mengenakan hijab yang neko-neko. Oleh karena itu, hindari obsesi untuk mengenakan hijab secara berlebihan. Misal terlalu panjang, terlalu mudah melambai, dan sebagainya. Gunakan hijab segiempat seperti pada umumnya.

  1. Hindari Busana yang Terlalu Banyak Aksesorinya

Busana muslimah yang banyak memiliki aksesori memang terkesan ramai. Penuh warna, seperti kata orang. Tapi bisa berujung tragedi jika terlalu banyak. Khususnya pada momen yang berisiko seperti naik eskalator, berdesak-desakan di dalam angkutan umum, serta naik motor. Belum lagi timbul risiko menjadi sasaran kejahatan karena mencirikan orang kaya.

  1. Gunakan Kaus Kaki

Dengan memakai kaus kaki, Anda langsung mendapatkan 2 manfaat sekaligus. Pertama, sudah memenuhi ketentuan berpakaian sesuai syariat agama Islam. Kedua, bisa mengurangi risiko kesrimpet saat naik eskalator atau saat naik motor. Dari segi penampilan juga terkesan lebih sederhana.

Pada akhirnya, memakai gamis bukan hanya soal memenuhi anjuran berpakaian dalam agama Islam. Namun lebih dari itu. Seni dalam berpakaian selalu berkenaan dengan eksistensi, kenyamanan, serta keamanan untuk diri sendiri. Bukankah sebaik-baiknya pakaian adalah yang bisa melindungi dan sebagai pelengkap tubuh di berbagai kondisi?